Dia telah berkelana mengelilingi samudera ketidakpastian.
Jauh...Sangat jauh...
Sudah banyak pulau kasih sayang yang ia singgahi.
Tapi tak satupun yang bisa membuat hatinya hangat.
Sampai suatu saat badai keputusasaan menghampirinya dang menghancurkan perahu rapuhnya.
Sampai ia terdampar di sebuah pulau kesedihan yang dipenuhi dengan tanaman kepiluan.
Dirimbuni daun-daun kehampaan.
Dia tak tahu jalan kembali,dia tak tahu jalan pulang.
Kemanapun ia ayunkan kakinya,ia selalu kembali ke tempat yang sama.
Kini,,,,,,,
dia hanya bisa duduk terdiam memandangi langit.
Air matanya terus menetes.
Sampai dia terbaring di hamparan pasir kesendirian.
Kini,dia tertidur,,,
tanpa selimut kasih yang menghangatkan.
Tanpa bantal sayang yang melelapkan.
Tak ada satupun yang menemaninya.
Dia bermimpi,dan entah apa yang dia impikan,entah siapa yang dia hayalkan.
Ketika matanya terbuka,dia tak sanggup untuk melihat kenyataan.
Dia sembunyikan semua kesedihan,sakit hati dan keputusasaannya dibalik senyum dingin dan tatapan kebencian.
Kini,dia sangat takut untuk melangkah,dia takut tersesat untuk kesekian kalinya.
Dia sangat takut...Dan rasa takutnya itu seperti kerangkeng baja yang memenjarakan jiwanya.
Selasa, 25 November 2008
Langganan:
Postingan (Atom)